Selasa, 09 Desember 2014

Cara Meyatukan Sebuah Kelompok

TEKNIK BERIKUT INI dapat mencairkan perselisihan dengan cepat dan menyatukan semua anggota, baik itu dalam pertemanan maupun keluarga.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perselisihan dalam sebuah kelompok akan mereda manakala ada ancaman dari pihak luar. Kejadian-kejadian ekstemal membangkitkan kebutuhan kita untuk berafiliasi, mencari dukungan dan mempererat rasa persatuan. Perang saudara, konflik antarkelompok masyarakat dan kerusuhan domestik seiringkali reda ketika musuh bersama datang. Sebaliknya, para individu akan mencurahkan perhatian dan permusuhan mereka kepada satu sama ain ketika ancaman dari luar tidak ada. Jadi cara tercepat untuk menciptakan kekompakan dalam sebuah kelompok adarah (a) menciptakan ancaman dari luar atau (b) memperhadapkan ketompok Anda dengan kelompok lain dalam suatu persaingan. Musuh bersama dapat menyatukan kelompok-kelompok yang bertikai secara labih cepat daripada teknik penyatuan-kerompok mana pun.

Fenomena ini juga menjadi ciri bagaimana orang memberikan respons dalam kehidupan dan pikiran mereka. Ketika pikiran Anda tidak terfokus pada suatu masalah, ia akan bertarung dengan dirinya sendiri dan mengembangbiakkan kekhawatiran dan kecemasan. Tetapi, begitu Anda mendapatkan tujuan ekstemal yang jelas. dan Anda sangat berambisi untuk meraihnya, kecamuk itu pun berhenti. Pernahkah Anda memerhatikan bahwa hal ini juga berlaku dalam kehidupan Anda? Ketika Anda memiliki tujuan yang jelas, suasana hati Anda pasti lebih baik dan perhatian Anda juga lebih jelas dan terfokus. Tiba-tiba saja, “hal-hal kecil” tampak tidak penting lagi bagi Anda. Hal ini dikarenakan Anda memiliki perspektif tentang apa yang sungguhsungguh penting bagi Anda.

Pikiran seperti halnya kelompok akan bertarung dengan dirinya sendiri jika tidak ada sesue tu yang menyibukkannya. Ketika pikiran kita tidak terfokus pada suatu masalah, ia akan menciptakan kekacauan dalam dirinya seningga kekhawatiran mulai berkecamuk. Tetapi, segera setelah kepentingan tertentu menyedot perhatian kita, pikiran kita dan pikiran kita tersedot sepenuhnya pada sesuatu sehingga diri kita larut dalam keasyikan. Inilah penjelasan mengapa orang-orang yang tidak memiliki: tujuan hidup atau menganggur paling seiring mengalami gangguan emosi (neurotis). Tanpa fokus ekstemal yang menyita perhatian mereka, pikiran mereka mulai berbalik ke dalam. Tetapi, begitu sebuah tujuan tercipta, perhatian kita akan mengarah ke luar. Demikian pula dengan sebuah kelompok yang, dihadapkan pada ancaman serius. Mereka akan mengakhiri persetenran intemal mereka untuk mengejar tujuan baru mereka.

Ada sebuah penelitian menarik yang dilakukan oleh Rosa dan Samuels (1993). Penelitian ini menemukan bahwa nama yang diberikan pada suatu permainan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap daya saing daripada kepribadian orang-orang yang menjadi pesertanya. Penelitian ini menemukan bahwa kelompok peserta yang menamai permainan mereka dengan Wall Street ternyata jauh lebih kompetitif daripada lawan mereka yang menamai permainan yangi sama dengan Community Game. Hal ini sungguh mengejutkan karena sesuatu yang tampaknya remeh seperti nama permainan ternyata bisa mengalahkan kepribadian para pesertanya. Karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa kelompok Anda harus mempertimbangkan dengan hati-hati: nama bagian-bagian kelompok maupun nama kelompok secara keseluruhan. Misalnya, jika Anda memiliki dua bagian kelompok dengan nama Budiman dan Pemenang, maka peluang kerja sama di antara keduanya tidak sebesar jika keduanya Anda namai Titik Temu dan Pemikir Fleksibel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar